INVESTASI SEKTOR PUBLIK

2012
12.24

TEKNIK DASAR PENILAIAN INVESTASI PUBLIK

Pada dasarnya, prinsip penilaian investasi sangat sederhana. Terdapat empat langkah utama untuk mengevaluasi suatu proyek investasi, yaitu :

1. Identifikasi kebutuhan investasi yang mungkin dilakukan

Organisasi sector public seringkali dihadapi pada banyak alternatif investasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Keterkaitan antara satu proyek dengan proyek yang lain perlu dipertimbangkan untuk mengetahui sejauh mana penerimaan atau penolakan suatu investasi akan mempengaruhi investasi yang lain.

2. Menentukan semua manfaat dan biaya daro proyek yang akan dilaksanakan (cost/benefit relationship).

Perhitungan manfaat dan biaya harus pula dimasukkan analisis maanfaat dan biaya social (social cast/benefit) yang timbulkan dari investasi public yang akan dilakukan. Dalam analisis biaya-manfaat ini, benefit (manfaat) ditekankan pada semua keunggulan ekonomi dan social yang diperoleh. Sedangkan untuk cost (biaya) ditekankan pada kelemahan-kelemahan proyek yang dikuantifikasikan dalam bentuk uang. Dilain pihak, manfaat-manfaat social juga akan diperoleh dari pembuatan jalan baru tersebut seperti pengurangan kemacetan lalu lintas, mempercepat perjalanan, pengurangi biaya pendistribusian barang, dan lain sebagainya.

3. Menghitung manfaat dan biaya dalam rupiah.

Langkah kedua adalah menghitung manfaat dan biaya investasi dalam satuan rupiah. Terkadang terdapat kesulitan dalam langkah kedua ini. Kesulitan yang dihadapi adalah apabila biaya dan manfaat dati suatu proyek tidak dapat diukur dalam bentuk rupiah, misalnya manfaat dan biaya social, yang dapat dilakukan adalah menghitung nilai manfaat dari proyek secara tidak langsung, yaitu dengan menggunakan (cost-efectieness analysis).

4. Memilih proyek yang memiliki manfaat terbesar dan efektivitas biaya yang tinggi

Resiko biaya dan manfaat atau efektivitas biaya merupakan titik awal penentuan penerimaan proyek, ada banyak ketidakpastian yang dapat mempengaruhi hitungan, Tidak semua biaya dan manfaat social dapat dimasukkan dalam perhitungan.

 

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam analisis investasi publik adalah :

  • Tingkat diskonto yang digunakan

Tingkat diskonto merefleksikan tingkat keuntungan yang akan diperoleh dari suatu proyek dengan tingkat risiko tertentu

  • Tingkat inflasi

Penilaian investasi harus memperhitungkan perkiraan tingkat inflasi. Semakin tinggi tingkat inflasi, semakin rendah nilai riil keuntungan di masa depan yang diharapkan sehingga semakin tinggi tingkat keuntuungan yang disyaratkan

  • Risiko dan ketidakpastian

Ketidakpastian ekonomi dan hokum, kekacauan social politik, tidak adanya jaminan keamanan, dan kebijakan yang tidak konsisten dapat meningkatkan risiko investasi

  • Capital rationing

Suatu keadaan ketika organisasi menghadapi masalah ketersediaan dana untuk melakukan pengeluaran investasi

 

Apa yang dimaksud dengan social opportunity cost rate (SOCR) ?

Social Opportunity Cost Rate merupakan suatu metode pendekatan yang digunakan untuk menganalisa bahwa sumber daya yang digunakan untuk melakukan investasi di sektor publik terbatas, dan sumber daya itu tidak tersedia untuk digunakan di tempat lain.]

 

Jelaskan konsep cost-benefit analysis dan cost-effectiveness analysis !

Metode cost benefit analysisi (CBA) atau benefit cost ratio merupakan cara mengevaluasi suatu proyek dengan membandungkan nilai sekarang dari seluruh manfaat/keuntungan yang diperoleh dengan nilai sekarang dari seluruh biaya proyek tersebut. Criteria keputusan penerimaan proyek didasarkan pada proyek-proyek yang memberikan ilai keuntungan yang leih besar dari biayanya.    Analisis cost effectiveness meliputi penilaian terhadap biaya dan  manfaat yangdapat dikuantifikasi, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan dating atas suatu proyek dengan pengaruh atau dampak yang tidak dapat dikuantifikasikan namun tidak dinilai; memusatkan pada pengukuran suatu yang dapat di ukur
Jelaskan langkah-langkah dalam melakukan cost-benefit analysis dan cost-effectiveness analysis !

Menurut Dixon terdapat tiga langkah dalam melakukan cost benefit analysis yaitu :

  1. Memutuskan biaya dan manfaat apa saja yang akan dimasukkan

Dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya double counting yaitu satu manfaat atau biaya yang menyebabkan manfaat atau biaya yang lain dimasukkan secara bersama-sama

  1. Mengukur dan mengevaluasi biaya dan manfaat

Manfaat dan biaya yang berwujud (tangible) lebih mudah untuk dihitung, tetapi yang bersifat tidak berwujud (intangible) relatif lebih sulit untuk dihitung

  1. Timing dan aliran biaya dan manfaat

Waktu pengakuan biaya atau manfaat yang terjadi. Nilai yang tertinggi dimasukkan dalam biaya atau manfaat yang terjadi lebih awal

Langkah-langkah dalam melakukan cost effectiveness analysis adalah sebagai berikut :

  1. Menentukan jumlah dan waktu atas semua biaya modal
  2. Membuat estimasi biaya yang akan terjadi selama umur yang diharapkan dari suatu proyek
  3. Membuat estimasi output terukur selama umur yang diharapkan dari suatu proyek
  4. Membuat estimasi pengaruh biaya dan pendapatan atas aktivitas yang dilakukan
  5. Mendiskontokan biaya dan manfaat yang dapat di ukur untuk memungkinkan melakukan perbandingan
  6. Menjelaskan secara realistis mengenai kemungkinan adanya biaya-biaya dan manfaat yang tidak dapat dikuantifikasikan yang akan muncul dari proyek yang akan dijalankan

Analisis Biaya-Manfaat  dalam Mempertimbangkan Investasi Publik

Keputusan investasi sektor publik cenderung memperhatikan pada penilaian “apakah masyarakat akan memperoleh manfaat yang lebih      baik ?”

Analisis biaya dan manfaat dikembangkan sebagai kriteria penilaian investasi sektor publik dalam menilai perolehan manfaat sosial investasi.  Pengukuran manfaat sosial diperlukan unit moneter dalam bentuk nilai uang yang diteerapkan tidak hanya pda manfaat berwujud, tetapi juga tidak berwujud seperti bebas dari kebisingan, lingkungan yang nyaman, aman dan damai, dan menghemat waktu perjalanan.

a.       Identifikasi kebutuhan investasi yang mungkin dilakukan

Organisasi sektor publik seringkali dihadapkan paa banyak alternatif investasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Oleh karena itu perli diidentifikasi altrnatif-alteernatif yang memungkinkan untuk dianalisis lebih lanjut. Keterkaitan antara satu poyek dengan proyek yang lain perlu diperrtimbangkan untuk mengetahui sejauh mana penerimaan atau penolakan suatu investasi akan mempengaruhi investasi lain.

b.      Menentukan semua manfaat ddan biaya dari proyek yang akan dilakukan (cost / benefit relationship).

Perhitungan manfaat dan biaya harus pula memasukkan analisis manfaat dan biaya sosial  (social benefits) yanag ditimbulkan dari investasi publik yang akan dilakukan. Pada organisasi sektor publik biaya dan manfaat seringkali tidak dapat secara langsung diukur dengan satuan uang, sehingga teknik-teknik analisis baiaya dan manfaat sangat cocok untuk diterapkan.  Dalam analisis biaya manfaat ini, benefit (manfaat) diteekankan pada cost (biaya) ditekankan paa kelemahan-kelemahan proyek yang dikuantifikasikan dalam bentuk uang. Sebagai contoh ketika suatu organisasi sektor publik merencanakan membuat sebuah jalan baru, maka akan muncul monetary cost untuk biaya konstruksi dan perawatan. Disamping itu juga akan muncul dalam bentuk perusakan pemandangan, polusi udara, polusi suara, kemungkinan beertambahnya kecelakaan dan sebagainya.

c.       Menghitung manfaat dan biaya dalam rupiah

Terkadang terdapat kesulitan dalam menghitung manfaat dan biaya dalam rupiah ini. Kesulitan yang dihadapi adalah apabila biaya dan manfaat dari suatu proyek tidak dapat diukur dalam bentuk rupiah, misalnya manfaat dan biaya sosial. Dalam kondisi tersebut, yang dapat dilakukan adalah menghitung nilai manfaat dari proyek secara tiak langsung, yaitu dengan menggunakan analisis efektifitas biaya (cost effectivness analysis).

d.      Memilih proyek yang memiliki manfaat terbesar dan efektifitas biaya tinggi

Rasio biaya dan manfaat atau efektivitas biaya merupakan titik awal peneetuan penerimaan proyek, ada banyak ketidakpastian yang dapat mempengaruhi pehitungan. Tidak semua biaya dan manfaat sosial dapat dimasukkan dalam perhitungan, bahkan beberapa di antaranya tidak dpat dipakai untuk pengukuran yang obyektif alam bentuk moneter. Analisis moneter mungkin mengidentifikasikan bahwa akan memberikan nilai uang terbaik tetapi faktor politik, eespon pemerintah, serta tekanan-tekanan sosial menyebabkan pertimbangan biaya manfaat diperlukan atas tersebut.

 

Penjelasan Aspek kelayakan investasi terlebih pada aspek social dan budaya?

Jawab :
dalam perencanaan dan analisis investasi harus dipertimbangkan beberapa aspek. Dari beberapa aspek haruslah dipertimbangkan dan dievaluasi dalam setiap tahap perencanaan anggaran dan siklus pelaksanaan. Dalam Suatu proyek juga harus mempertimbangkan implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. Aspek social budaya menyangkut pertimbangan pendistribusian pelayanan secara adil dan merata, sehingga mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Di dalam aspek social juga harus mempertimbangkan aspek legalitas dan dampak lingkungan yang merugi dalam perjalanan suatu proyek tersebut yang nantinya diharapkan tidak merugikan masyarakat n pertumbuhan ekologi lingkungan.
Berikan contoh bentuk kesalahan dari analisis investasi public dan dampak kesalahan dalam anggaran tahun berjalan ?

Jawab :
Dalam prakteknya terdapat beberapa permasalahan yang sulit di selesaikan yang salah satunya adalah memperkirakan pengeluaran yang dibutuhkan di masa yang akan datang. Di dalam investasi publik memiliki kaitan yang erat dengan penganggaran modal/investasi terlebih di dalam penentuan kebutuhan investasi publik pada tahap persiapan anggaran yang diawali dengan membuat taksiran pengeluaran atau biasa disebut juga dengan anggaran pengeluaran atau estimasi pengeluaran yang akan datang sebelum menyetujui taksiran pengeluaran hendaknya terlebih dahulu dilakukan penaksiran pendapat yang lebih akurat. Apabila estimasi tersebut dilakukan secara bersamaan dengan pembuatan keputusan tentang anggaran pengeluaran  seperti karna adanya  factor uncertainty (tingkat ketidakpastian) yang cukup tinggi itu dapat berdampak pada anggaran tahun berjalan dimasa yang akan datang apabila estimasi tersebut di putuskan.
masalah di dalam Pt Freeport  dikarenakan ketidak tegasan pemerintah yang hanya mementingkan keuntungaan sendiri dengan tingkat keuntungan 8% yang mengakibatka mata pemerintahan tertutup akan penderitaan yang telah dialami oleh rakyat papua. rakyat papua yang memiliki tambang emas tidak sama sekali mendapatkan keuntungan sedikit pun tragisnya mereka hanya mencari sisa sisa serpihan emas dari saluran pembuangan PT. Freeport. Tentunya akibat Pt. Freeport  tanah Indonesia telah mengalami kerusakan dan sumber daya alam kita pun terkuras sedikit demi sedikit. Untuk kasus belum lama ini pada Pt. Freeport karna adanya masalah internal antara Pt. Freeport  dengan  karyawan dikarenakan ketidak adilan di dalam pembagian gaji terhadap karyawan sehingga para karyawan berdemontrasi untuk mendapatkan hak yang sesuai dan keamanan keselamatan para karyawan saat dalam pekerjaan berjalan. Jadi kesimpulan yang bisa  kelompok kami ambil dasar permasalahan pada Pt. Freeport adanya kesenjangan sosiial dan tidak pertimbangan dalam aspek social yang dapat terjadinya kesenjangan social sehingga berdampak rusaknya lingkungan tanah papua. dan tidak layaknya aspek teknis pemerintah dalam pembagian persentase keuntungan antara Pt. Freeport dengan pemerintahan.

Your Reply

*