AKUNTANSI BIAYA BAHAN BAKU

2012
10.30

BIAYA BAHAN BAKU
A. PENGERTIAN BIAYA BAHAN BAKU
Bahan baku adalah bahan pokok atau bahan utama yang diolah dalam proses produksi menjadi produk jadi. Bahan baku dapat diidentifikasikan dengan produk atau pesanan tertentu dan nilainya relatif besar.
Biaya yang timbul atau terjadi untuk memperoleh bahan baku dan untuk menempatkannya dalam keadaan siap diolah disebut biaya bahan baku.
Harga pokok bahan baku terdiri dari harga beli, biaya angkutan, dan biaya-biaya lainnya yang dikeluarkan untuk menyiapkan bahan baku tersebut siap dipakai. Jadi harga pokok bahan baku bukan hanya harga yang tercantum pada faktur pembelian (harga beli).
Biaya-biaya lainnya yang biasanya ikut diperhitungkan sebagai biaya bahan baku selain harga beli dan biaya angkutan, antara lain; biaya pesan (order cost), biaya penerimaan, biaya pembongkaran, biaya pemeriksaan, biaya asuransi, dan biaya pergudangan. Pada umumnya, biaya bahan baku dicatat hanya sebesar harga beli menurut faktur pembelian karena biayabiaya lain yang terjadi selain harga beli sulit diperhitungkan kepada harga pokok bahan baku
yang dibeli. Biaya-biaya lain tersebut biasanya diperhitungkan sebagai biaya overhead pabrik

B. METODE PEMBEBANAN HARGA POKOK BAHAN BAKU
Harga bahan baku biasanya berfluktuasi, karena itu antara pembelian yang satu dengan pembelian lainnya sering terdapat perbedaan harga. Akibatnya adalah timbul perbedaan pada harga pokok bahan baku yang ada di gudang meskipun jenisnya sama. Untuk mengatasinya, maka diperlukan berbagai macam metode penentuan harga pokok bahan baku yang dipakai dalam produksi, antara lain:
1. Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (First-In, First-Out Method)
Metode ini menentukan biaya bahan baku dengan anggapan bahwa harga pokok per satuan bahan baku yang pertama masuk ke dalam gudang, digunakan untuk menentukan harga bahan baku yang pertama kali di pakai.
2. Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama (Last-In, First-Out Method)
Metode LIFO menentukan harga pokok bahan baku yang dipakai dalam produksi dengan anggapan bahwa harga pokok per satuan bahan baku yang terakhir masuk dalam persediaan di gudang yang dipakai untuk menentukan harga pokok bahan baku yang dipakai pertama kali dalam produksi.

3. Metode rata-rata bergerak (Moving Average Method)
Metode ini mengitung harga pokok rata-ratanya dengan cara membagi total harga pokok dengan jumlah satuannya. Setiap kali terjadi pembelian yang harga pokok per satuannya berbeda dengan harga pokok satuan barang yang ada di gudang, harus dilakukan perhitungan harga pokok rata-rata per satuan yang baru.
4. Metode Identifikasi Khusus (Specific Identification Method)
Dalam metode ini, setiap jenis bahan baku yang ada di gudang harus diberi tanda pada harga pokok per satuan berapa bahan baku tersebut dibeli. Setiap pembelian bahan baku yang berbeda harga satuannya harus dipisahkan penyimpanannya dan diberi tanda pada harga berapa bahan tersebut dibeli.
Kelebihannya adalah tiap-tiap jenis bahan baku yang ada di gudang jelas harga pokoknya sehingga untuk setiap pemakainnya dapat diketahui harga pokoknya secara tepat. Kekurangannya adalah walapun jenis bahan bakunya sama namun berbeda harga pokok per satuannya, maka harus disimpan secara terpisah di gudang.

 

ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) MODEL

The economic order quantity (EOQ) is the order quantity that minimizes total holding and ordering costs for the year. Even if all the assumptions don’t hold exactly, the EOQ gives us a good indication of whether or not current order quantities are reasonable.

What is the EOQ Model?
What Would Holding and Ordering Costs Look Like for the Years?
Total Relevant* Cost (TRC)
Economic Order Quantity (EOQ)
EOQ Formula
Same Problem

What is the EOQ Model?

  • Cost Minimizing “Q”
  • Assumptions:
    • Relatively uniform & known demand rate
    • Fixed item cost
    • Fixed ordering and holding cost
    • Constant lead time

(Of course, these assumptions don’t always hold, but the model is pretty robust in practice.)

What Would Holding and Ordering Costs Look Like for the Years?

A = Demand for the year

Cp = Cost to place a single order

Ch = Cost to hold one unit inventory for a year

Total Relevant* Cost (TRC)

Yearly Holding Cost + Yearly Ordering Cost

* “Relevant” because they are affected by the order quantity Q

Economic Order Quantity (EOQ)

EOQ Formula

Same Problem

Pam runs a mail-order business for gym equipment. Annual demand for the TricoFlexers is 16,000. The annual holding cost per unit is $2.50 and the cost to place an order is $50. What is the economic order quantity?

 

 

 

 

 

Your Reply

*